Rabu, 19 Mei 2010

SKENARIO POLAPEMBINAAN MAHASISWA
DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN1
Oleh : Andeka Rocky Tanaamah2
Pendahuluan
Peranan Lembaga Kemahasiswan dalam perwujudan lesan-lesan universitas pada saat ini tidak dapat dipungkiri. Keberadaan Lembaga Kemahasiswaan pada saat ini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap di dalam pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi, maupun Visi dan Missi Universitas, melainkan Lembaga Kemahasiswaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan Kepribadian Mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut diatas, peranan Lembaga Kemahassiwaan di dalam mengisi kehidupan ilmiah sangatlah penting, sehingga mau tidak mau, Lembaga Kemahasiswaan harus dikelola secara baik terarah demi tercapainya kehidupan sebuah Universitas yang harmonis dan dinamis serta dapat mengembangkan kualitas SDM yang sangat bermutu.
Pengelolaan kehidupan bermahasiswa dalam hal ini Lembaga Kemahasiswaan telah diatas melalui beberapa SK Mendikbud yang bertujuan untuk mengembangkan kehidupan bermahasiswa maupun membatasi pergerakan mahasiswa. Hal ini dapat terlihat melalui beberapa SK mendikbud, yaitu : (1). SK Mendikbud No. 156/U/1978, mengenai Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK), melalui Badan Koordinasi Kehidupan kampus (BKK), berlakunya Normalisasi Kehidupan bermahassiwa pada tahun 1978 bertujuan untuk menghapus Dewan Mahasiswa dengan susunan personalia terdiri dari ; Dosen dan Mahasiswa dengan Pembantu Rektor III sebagai Ketua Umumnya. Akibat hal ini, penyaluran suara dan aspirasi mahasiswa menjadi hilang , hal ini juga berimplikasi pada semakin melemahnya posisi tawar mahasiswa di hadapan Universitas dan Pemerintah. (2). Pada tahun 1990, pemerintah mengeluarkan SK mendikbud No. 0457/U/1990,yang dilihat sebagai kelanjutan dari NKK/BKK, hal ini rupanya memberikan angin segar kepada Lembaga Kemahasiwaan dalam mengatur dirinya sendiri. Namun SK ini menimbulkan beberapa kerancuan, yang akan banyak berimplikasi pada perkembangan dan Lembaga Kemahasiswaan. SK ini menimbulkan
1 Makalah ini disampaikan pada Reorientasi Lembaga kemahasiswaan Fak. TeknologiInformasi UKSW.
2 Ketua BPMU Periode 2000 - 2001 1
beberapa masalah antara lain yaitu3 : (1). Pengaturan Lembaga Kemahasiswaan menampakkan adanya Politik Devide Et Impera terhadap mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi. Hal ini dinampakkan oleh adanya Senat mahsiswa perguruan Tinggi (SMPT), dan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berdiri sejajar yang akan berdampak pada dualisme kepemimpinan. (2). Senat Mahasiswa cenderung memainkan fungsi Legislatif, sedangkan fungsi eksekutifnya tidak jelas dimainkan oleh siapa ?. (3). Dan yang terakhir Lembaga Kemahasiwaan dalam suatu perguruan tinggi tidak diberikan kesempatan untuk menentukan bentuk Lembaga Kemahasiswaan yang sejalan dengan Visi dan Misi Perguruan Tingginya masing-masing.
Akibat campur tangan pemerintah dalam kehidupan kemahasiswaan, dapat berimplikasi pada tingkah laku mahasiswa dan semakin berkurangnya sikap kritis mahasiswa dalam mencermati kehidupan sekitarnya. mahasiswa akhirnya hanya diperhadapkan mengurusi kuliahnya dan meningkatkan indek Prestasinya dari pada mengembangkan dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang bertujuuan untuk mengembangkan kepribadian dan tingkat persaudaraan mereka.
Lembaga Kemahassiwaan Universitas Kristen Satya Wacana, merupakan salah satu Sub- Sistem pengembangan mahasiswa yang juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai ideal-ideal UKSW. Lembaga Kemahasiswaan UKSW sejak lama memiliki Skenario Pola Pengembangan Mahasiswa, atau yang lebih sering dikenal dengan nama SPPM. SPPM ini merupakan acuan pengelolaan aktivitas bermahassiwa di UKSW. Berdasarkan SPPM ini, pelayanan kepentingan mahasiswa tidak semata-mata untuk kepentingan mahassiwa itu sendiri, namun berjalan seiring dan searah dengan kepentingan Universitas,
Didalam Skenario Pola Pengembangan Mahasiswa, maka prose4s pendidikan dilaksanakan secara bertanttungjawab guna mengembangkan kepribadian dan penalaran mahasiswa didalam mempersiapkan mahasiswa tersebut setelah menyelesaikan studinya. Oleh karena itu, pengembangan kepribadian dan penalaran mahasiswa di UKSW dilakukan melalaui perumusan profil lulusan. Profil lulusan pada dasarnya merupakan suatu gambaran khhas (ciri) lulusan yang hendak dicapai, oleh karena itu, perumusan profil lulusandi UKSW dapat dilihat dalam Skenario Pola Pengembangan Mahasiswa I samapai IV.
3 Izak Y.M. Lattu, Student Government Ala Mahasiswa. 2
Skenario I pada dasarnya merupakan skenario utama, yang memperlihatkan mengenai gambaran profil lulusan tersebut, sedangkan skenario II sampai Skenario IV meru[akan skenario penyangga bagi uapaya pencapaian tujuan tersebut. Berdasarkan pemahaman diatas, maka dibawah ini akan disajikan isi skenario I berdasarkan rumusan pada saat SPPM dibuat (1984), yang tertuang dalam laporan Rektor d.h.i. PRUMA pada Dies Natalis UKSW 1994.
Berdasarkan pada ideal UKSW, dasar, dan tujuannnya, maka mahasisswa pada dasarnya merupakan suatu produk keluaran dari pendidikan tinggi yang paling tidak harus didalam dirinya harus memiliki dua kompetensi dasar yanitu Kompetensi Humanistik Skill, dan Kompetensi Profrsional Skill.
Humanistik Skill pada dasarnya merupakan kemampuan untuk menghadirkan diri secara manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang turut bertanggungjawab bagi keberlangsungan nilai-nilai kemanusiaan dan kemansyarakatan. Sedangkan Profesional Skill, merupakan kemampuan untuk melaksanakan prfesinya dengan berbekalkan pengetahuan akademik yangmemadai dalam rangka mengaktualisasikan diri di masyarakat. Oleh karena itu, dalam aspek humanistik skill maka penekanan utamanya adalah pengembangan kepribadian kristiani, sedangkan dalam profesional skill, yang menjadi penekanan utamanya adalah pengembangan secara sungguh- sungguh ilmu pengetahuan dan teknologi dalam diri manusia sehingga pemanfaatannya benar-benar untuk kesejahteraan manusia.
Adapun yang termasuk dalam kadar humanistik ada lima kadar yaitu: 1) kadar keagamaan; 2) kadar kewarganegaraan; 3) kadar lingkungan; 4) kadar sosial budaya; 5) kadar kepemimpinan. Sedangkan yang termasuk dalam kadar profesional skill adalah : 1) kadar manajerial; 2) kadar keilmuan; 3) kadar solidaritas sosial.
3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar